Kegiatan Praktikum Sekolah

Kegiatan praktikum di lingkungan sekolah merupakan pondasi awal bagi seluruh siswa SMK Kesehatan Genus untuk membentuk *muscle memory* (keterampilan motorik) dan mental profesi medis. Di sinilah ruang bagi siswa untuk belajar, melakukan simulasi, dan memperbaiki kesalahan di bawah bimbingan langsung para guru produktif dan instruktur klinis yang berpengalaman. 1. Lingkungan Laboratorium yang Menyerupai Rumah Sakit & Apotek Nyata Praktikum di sekolah tidak hanya dilakukan di kelas biasa, melainkan di laboratorium khusus yang dirancang menyerupai ekosistem kerja asli: Lab Keperawatan: Dilengkapi dengan hospital bed standar, manekin/phantom anatomi tubuh manusia berukuran asli, serta peralatan medis seperti tabung oksigen, tiang infus, dan alat pengukur tanda-tanda vital. Lab Farmasi: Dirancang seperti apotek simulasi dan ruang peracikan, lengkap dengan timbangan analitis, mortar dan stamper (alat penggerus obat), lemari obat, serta meja penyerahan resep. Lab Laboratorium Medik (TLM): Dilengkapi dengan mikroskop binokuler, alat sentrifugasi, reagen kimia, serta area khusus simulasi pengambilan sampel darah (*flebotomi*). 2. Mekanisme Pelaksanaan Praktikum Berbasis Role-Play Untuk melatih soft skills dan cara berkomunikasi dengan pasien, praktikum di sekolah menerapkan metode Simulasi dan Role-Play (Bermain Peran): Siswa secara bergantian berperan sebagai tenaga kesehatan (perawat, farmasis, atau analis) dan sebagai pasien atau keluarga pasien. Melalui metode ini, siswa tidak hanya belajar cara menyuntik atau meracik obat, tetapi juga belajar cara menyapa pasien dengan ramah, melakukan anamnesis (wawancara keluhan), menjelaskan aturan pakai obat, hingga menenangkan pasien yang cemas. 3. Penerapan Budaya Kerja (5S) dan K3 RS Sejak memasuki ruang laboratorium sekolah, siswa sudah diwajibkan menerapkan standar keselamatan kerja industri kesehatan: Atribut Lengkap: Wajib mengenakan baju praktik (jas lab/baju jaga), papan nama, masker, sarung tangan (handscoon), dan rambut ditata rapi. Sterilitas & Kebersihan: Melakukan teknik mencuci tangan 6 langkah menurut standar WHO sebelum dan sesudah tindakan, serta menjaga kerapian alat praktik kembali ke tempat semula setelah digunakan. 4. Penilaian Melalui OSCE (Objective Structured Clinical Examination) Sebagai tolok ukur kelulusan praktikum di sekolah, siswa akan menghadapi ujian praktik mandiri dengan sistem stase (OSCE). Siswa akan berpindah dari satu meja ke meja lain untuk menyelesaikan tugas klinis tertentu dalam batasan waktu yang ditentukan di bawah pengawasan ketat penguji. Tujuan Akhir Praktikum di Sekolah Melalui rangkaian praktikum mandiri di sekolah ini, siswa SMK Kesehatan Genus dipersiapkan agar tidak canggung, memiliki rasa percaya diri yang tinggi, dan sudah menguasai kompetensi dasar secara matang ketika nantinya melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di dunia industri kesehatan yang sesungguhnya.